Hai,
Sobat SMS semua! Kita pasti sudah tahu bukan, bahwa di dunia ini kita juga
diciptakan sebagai makhluk sosial. Oleh karena itu, tak seorang-pun dari kita
yang bisa hidup sendiri (kecuali untuk hal-hal tertentu). Tanpa disadari, sejak
kecil kita sudah hidup bergantung pada orang lain. Seperti berbicara, kita
butuh teman untuk berinteraksi agar kata-kata yang bisa kita mengerti dapat
diapresiasikan, sehingga pembicaraan kita bisa lancar seperti saat sekarang
ini. Nah..., tak hanya itu, sebagai makhluk sosial-pun kita juga mesti
tolong-menolong terhadap sesama. Misalnya, menolong teman yang sedang kesusahan
(ups..., bukan berarti memberi jawaban pada saat ujian ya... :D). Terus,
meringankan beban orang yang tidak mampu. Seperti memberikan beasiswa bagi anak
kurang mampu yang berprestasi, ya... seperti yang dilakuin para pemerintah
kita. Ada banyak manfaatnya loh, Sobat! Kita dapat pahala, orang lain tertolong
sebagian dari bebannya. Senangkan kalau ngeliat saudara sebangsa kita juga
senang.
Oh ya, Sobat, terkadang
untuk remaja seusia kita sering lupa nih sama kegiatan sosial yang satu ini.
Dia sangat bermanfaat bagi sesama dibandingkan dengan kegiatan-kegiatan sosial
lainnya. Bagi orang yang menyumbangkannya dengan ikhlas, sangat mulialah
hatinya, walaupun hanya setetes. Yupss..., yakni donor darah. Ingatlah selalu
semboyan, “Setetes darah anda, nyawa bagi sesama”. Memang untuk remaja di bawah
17 tahun masih belum bisa melakukannya, tapi apa salahnya jika kita membahas kali
ini sebelum menginjak 17 tahun tersebut, hitung-hitung persiapan.
Kadang sih..., orang-orang awam suka
sanksi dengan donor darah, Sobat. Banyak deh alasan mereka berupa mitos-mitos
jadul. Padahal justru efeknya sangat menyehatkan. Orang lain terbantu, si pendonor-pun
Insya Allah dapat berkurang penyakit yang dideritanya selama ini. Maka tak
jarang kalau ketua KDD (Keluarga Donor Darah) di Indonesia sering memberikan
saran, terutama untuk pendonor yang sering terserang penyakit migrain, kondisi
badan lemas jika kecapekan, dsb. Oh ya, untuk menghindari pemikiran Sobat semua
terhadap mitos-mitosnya orang awam nih, jangan langsung percaya ya kalau mereka
mengatakan:
1.
Mendonor darah
akan terasa sakit. Secara fakta, donor darah memang melibatkan tusukan
jarum, tetapi bukan prosedur yang menyakitkan. Ini hanya melibatkan
ketidaknyamanan sesaat.
2.
Kesehatan saya
akan memburuk setelah mendonorkan darah. Faktanya, ini tidak benar (seperti yang
saya jelaskan sebelumnya). Bahkan, penelitian telah menunjukkan bahwa donor darah
mengurangi kemungkinan Anda terkena penyakit kardiovaskular dan mencegah
kelebihan zat besi yang terakumulasi dalam tubuh. Pemeriksaan medis sebelum
donor darah juga pasti dilakukan untuk memastikan apakah orang tersebut cukup
sehat mendonorkan darah atau tidak. Jika kadar hemoglobin di bawah 12,5% gm
atau jika Anda tidak layak karena alasan lain, Anda tidak akan diizinkan untuk
donor darah.
3.
Saya akan
kekurangan darah setelah mendonor. Berdasarkan fakta, mendonorkan darah tidak
akan mengakibatkan kekurangan darah. Volume darah akan kembali ke tingkat
normal dalam waktu 48 jam setelah donor darah. Seorang individu yang sehat
dengan kebiasaan makan yang baik dapat mendonorkan darah empat kali setahun
dengan jarak waktu tiga bulan sekali.
4.
Tipe golongan darah saya termasuk tipe umum,
jadi saya tidak perlu mendonorkan darah karena hanya akan berlebihan. Berdasarkan fakta, ada permintaan konstan dari
semua golongan darah. Operasi besar dan trauma memerlukan darah dalam jumlah
yang besar. Jika golongan darah Anda adalah tipe umum, berarti akan ada lebih
banyak jumlah orang yang membutuhkan golongan darah Anda.
Pokoknya
donor darah itu terjamin deh... Bagi yang udah memiliki niat nih setelah
membaca beberapa mitos di atas, juga butuh beberapa syarat, Sobat (wah..., agak
banyak ya ketentuannya :D). Tapi musti sabar dulu, ini juga memerhatikan
kondisi kesehatan bagi pendonor maupun yang didonor agar tetap stabil. Adapun
syarat-syaratnya untuk menjaga keselamatan donor, yakni:
1.
Umur 17 tahun s/d 6o tahun
2.
Berat badan 45 kg atau lebih
3.
Kadar hemoglobin darah 12 gr/dl atau maksimal 18 gr/dl
4.
Tekanan darah sistolik antara 100-160 mmHg dan tekanan
darah diastolik antara 60-100 mmHg
5.
Denyut nadi 60-100 x/menit
6.
Suhu tubuh tidak lebih dari 37oC
7.
Calon donor tidak menderita penyakit-penyakit seperti:
penyakit jantung, paru-paru, hati, ginjal, kencing manis, penyakit darah dan
gangguan pembekuan darah, epilepsi, kanker, atau penyakit kulit kronis.
8.
Tidak dalam pengaruh obat-obatan seperti misalnya
golongan narkotik dan alkohol
9.
Untuk wanita, tidak dalam keadaan hamil, menyusui, atau
menstruasi
10. Bagi donor
sukarela tetap, penyumbangan darah terakhir minimal 2,5 bulan yang lalu,
maksimal 5 kali setahun
Untuk
syarat-syarat yang mungkin tidak kita ketahui, ntar diperiksa kok oleh organisasi
yang ikut membantu kita dalam mendonorkan darah. Oh ya, nggak usah musti nunggu
acara donor darah dulu, Sobat. Jika kita berminat, bisa langsung datang aja ke
kantor PMI atau UDD (Unit Donor Darah) terdekat. Biasanya di setiap ibukota
provinsi maupun kabupaten telah tersedia kantor-kantor tersebut. Jadi senangkan
kalau setetes darah kita yang sehat itu juga dimiliki orang lain. Pahala
ngalir, kesenangan orang-pun juga ikut mengalir.
Semoga
Sobat semua nggak percaya lagi sama mitos-mitos seperti di atas, ya... Dan juga
mau mulai berbagi setelah mengetahui syarat-syarat tersebut. Amin... Ingat,
“Setetes darah anda, nyawa bagi sesama!”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar